saat semuanya telah berbeda apa yang kita rasa
ku tak ingin engkau terluka
memang kita belum terbiasa atau mungkin tak bisa bersama
tapi ku ingin kau percaya
ku tak ingin kau terluka
hanya kali ini ku tak ingin kau pergi
walau sejenak tuk pejamkan mata ini
mungkin waktu ini terlalu lama bagiku
untuk memintamu selalu ada di sampingku
coba genggamlah tanganku dan biarkanlah diriku menjagamu
hingga kau terlelap
ku kan menunggu dirimu karena kau sangatlah berarti untukku
“mungkin ku terlalu mencintaimu”
jangan biarkanlah dirimu
lama untuk mengerti diriku
kau kan buat ku menghilang
cobalah kau sadari
ku ingin kau hadir saat ku termenung
memandang wajahku berikan senyummu
jangan kau tinggalkan
ku ingin hapuskan air mata mu
saat kau terlalu merindukanku
jangan kau lupakan
karena mungkin waktu ini yang terbaik untuk dirimu dan diriku
percayalah kasih , kau sangatlah berarti untukku:)
Kamis, 21 November 2013
Selasa, 29 Oktober 2013
Perbedaan TV Digital dan TV Analog
TV DIGITAL DAN TV
ANALOG
1. Pengertian TV
Digital dan TV Analog
-
TV Digital
Televisi
digital (bahasa Inggris: Digital Television,
DTV)atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan
modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video,
audio dan data ke pesawat televisi. TV Digital bukan berarti pesawat
televisinya yang digital, namun lebih kepada sinyal yang dikirimkan
adalah sinyal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran
digital (Digital Broadcasting). Televisi resolusi tinggi atau
high-definition television (HDTV), yaitu: standar televisi digital
internasional yang disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3) dan
surround-sound 5.1 Dolby Digital. TV digital memiliki resolusi yang jauh
lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas,
dengan warna-warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada
biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL
yang digunakan di
-
TV Analog
Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan
memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi
digital dapat dimasukan ke analog. Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC (national
Television System Committee), PAL, dan SECAM.
Kelebihan signal
digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap gangguan
(noise) dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code ).
2. Perbedaan TV Digital dengan TV Analog.
Di
Indonesia agar segera diluncurkan karena Pemerintah juga berpendapat
bahwa teknologi televisi digital lebih efisien dalam penggunaan kanal
frekuensi dibandingkan teknologi analog yang selama ini dipergunakan.
Berdasarkan master
plan televisi yang tengah
disusun, pemerintah akan mengalokasikan 14 kanal frekuensi. 10 kanal
frekuensi kini telah dialokasikan bagi televisi swasta yang telah
beroperasi. Satu kanal untuk TVRI, satu kanal untuk televisi lokal, dan
dua kanal untuk televisi digital. Walaupun televisi digital harus banyak
melakukan adaptasi terhadap jangkauan yang telah dapat dicapai oleh
televisi analog. Penerapan siaran TV digital sebagai pengganti TV analog
pada pita UHF dilakukan secara bertahap sampai suatu batas waktu cut-off TV analog UHF yang ditetapkan (2015 di
kota besar dan 2020 secara nasional).
Wilayah
layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T sama dengan wilayah layanan TV
analog UHF sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. 76 Tahun 2003.
Alokasi kanal frekuensi untuk layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T di Indonesia adalah pada band IV
dan V UHF, yaitu kanal 28 – 45 (total 18 kanal) dengan lebar pita masing
– masing kanal adalah 8 MHz. Namun, setiap wilayah layanan diberikan
jatah hanya 6 kanal, karena 12 kanal lain digunakan di wilayah – wilayah
layanan sekitarnya (pola reuse 3 grup kanal frekuensi). TV digital,
katanya, memang menuntut keterlibatan banyak pihak, di antaranya
perusahaan seluler, sedangkan pemerintah berfungsi untuk melindungi
produk TV digital dan sebagai regulator.
Untuk menyusun strategi
migrasi ke teknologi digital, pemerintah diusulkan membentuk Komisi
Nasional Televisi yang beranggotakan departemen dan kalangan lembaga
penyiaran. Pada 2004 diharapkan Komisi ini sudah terbentuk, sehingga
sosialisasi dan uji coba televisi digital dapat dilakukan.
Perbedaan mendasar
antara TV Digital dengan TV Analog
Perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi
analog dan digital terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada
sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal akan
melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan
pada sistem digital, siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati
sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.
Perbedaan TV Digital dan TV Analog hanyalah perbedaan pada
sistim tranmisi pancarannya, kebanyakan TV di Indonesia, masih
menggunakan sistim analog dengan cara memodulasikannya langsung pada
Frekwensi Carrier, Sedangkan pada Pada sistim digital, data gambar atau
suara dikodekan dalam mode digital (diskret) baru di pancarkan.
Orang awam pun
dapat membedakan dengan mudah, jika TV analog signalnya lemah (semisal
problem pada antena) maka gambar yang diterima akan banyak ‘semut’
tetapi jika TV Digital yang terjadi adalah bukan ‘semut’ melainkan
gambar yang lengket seperti kalau kita menonton VCD yang rusak. Kualitas
Digital jadi lebih bagus, karena dengan Format digital banyak hal
dipermudah.
Siaran TV Satelit Dulu memakai Analog. Sekarang sudah banyak yang digital. Tidak semua TV satelit memakai sistim Digital. Di beberapa satelit Arab banyak yang memakai mode analog. Sebenarnya untuk menerima siaran digital untuk TV yang analog tidaklah terlalu mahal. Receiver ini hanya tinggal pasang antena dan kemudian AV nya colokkan ke TV. Untuk siaran TV satelit namanya DVB-S (Digital Video Broadcasting – Satelite). Sedangkan untuk di daratan namanya DVB-T(Digital Video Broadcasting – Terresterial)
Jika anda melihat Indosiar atau Metro TV atau RCTI melalui satelit anda bisa melihat siaran TV Digital. Tidak Harus plasma, Tidak harus HD, karena stasiun TV Nasional masih memakai SDTV meskipun mereka memancarkan secara digital lewat satelit Dengan memakai TV 14 inchi yang paling murahpun anda bisa menonton TV digital. Sedangkan jika anda membeli TV LCD, hampir semua bisa menerima signal Digital tanpa alat tambahan karena sudah dilengkapi dengan receiver digital.
Siaran TV Satelit Dulu memakai Analog. Sekarang sudah banyak yang digital. Tidak semua TV satelit memakai sistim Digital. Di beberapa satelit Arab banyak yang memakai mode analog. Sebenarnya untuk menerima siaran digital untuk TV yang analog tidaklah terlalu mahal. Receiver ini hanya tinggal pasang antena dan kemudian AV nya colokkan ke TV. Untuk siaran TV satelit namanya DVB-S (Digital Video Broadcasting – Satelite). Sedangkan untuk di daratan namanya DVB-T(Digital Video Broadcasting – Terresterial)
Jika anda melihat Indosiar atau Metro TV atau RCTI melalui satelit anda bisa melihat siaran TV Digital. Tidak Harus plasma, Tidak harus HD, karena stasiun TV Nasional masih memakai SDTV meskipun mereka memancarkan secara digital lewat satelit Dengan memakai TV 14 inchi yang paling murahpun anda bisa menonton TV digital. Sedangkan jika anda membeli TV LCD, hampir semua bisa menerima signal Digital tanpa alat tambahan karena sudah dilengkapi dengan receiver digital.
3. Dampak yang timbul akibat adanya
system siaran digital di Indonesia.
Saat ini populasi pesawat
televisi tidak kurang dari 40 juta unit, dengan pemirsa lebih dari 200
juta orang, jauh lebih banyak dibandingkan dengan komputer, misalnya,
yang hanya sekitar 5,9 juta unit. Terlihat bahwa penggemar televisi
begitu banyak di Indonesia .
Televisi
adalah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata
tele (jauh) dan vision (tampak) jadi televisi memiliki arti dapat
melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi ini mampu mengubah
peradaban dunia. Semua gambar televisi dibentuk oleh titik tunggal
cahaya yang bergerak bolak-balik, depan-belakang atau atas-bawah, secara
cepat pada layar televisi yang tak tampak oleh mata, sehingga yang
terlihat hanyalah rangkaian gambar. Pada tahun 1884 Paul Nipkow
mencetuskan ide tentang pemindaian gambar dengan cara memecahkanya ke
dalam rangkaian titik cahaya yang bergerak secara linear menyeberangi
sudut pandangan. Sinyal televisi bekerja seperti radio AM, terkecuali
dalam penghubung pembawa frekuensi tinggi. Pada radio dari suara besar
ke lembut sedangkan televisi dari terang ke gelap. Perangkat televisi
disinkronisasikan dengan transmiter untuk menghasilkan pola yang tepat
dari sebuah piksel yang akan ditempatkan pada layar. Televisi
ditransmisikan dengan dua pita frekuensi, VHF (very high frequency) dan
UHF (ultra high frequency), dan setiap saluran memiliki lebar pita
keseluruhan mencapai 6 MHz. Jaringan televisi pertama menggunakan kabel coaxial dan teknologi gelombang mikro. Pada
tahun 1970-an satelit menjadi standar dalam menghubungkan kabel dan
jaringan penyiaran kepada afiliasi mereka dan untuk mentransmisikan
berita lokal dan pergelaran olahraga ke kantor berita pusat. Saat ini,
jaringan serat optik juga ikut digunakan.
Kemunculan
televisi digital di indonesia harus dipikirkan dampak dan
konsekuensinya karena selama ini masih banyak masyarakat yang
menggunakan dan terbiasa dengan televisi telivisi analog. Sedikit
ketidaknyamanan yang mau tidak mau harus diterima dengan peralihan ke TV
digital ini adalah:
-
Perlunya pesawat TV baru atau paling tidak kita perlu membeli TV Tuner baru yang harganya bisa dibilang cukup mahal. Hal tersebut akan menimbulkan dampak yang besar, mengingat hampir seluruh komponen pertelevisian di Indonesia masih menggunakan komponen analog, sehingga kemajuan tekhnologi televisi digital ini dapat mematikan usaha-usaha kecil yang selama ini telah ada. Karenanya hal ini mewajibkan Pemerintah untuk mensosialisasikan lebih rinci kepada masyarakat.
-
Mahalnya perangkat transmisi dan operasional broadcast berbasis tehnologi digital merupakan persoalan tersendiri bagi kemampuan industri televisi di Indonesia. Bagaimanapun untuk bisa menyiarkan program secara digital, perangkat pemancar memang harus diganti dengan perangkat baru yang memiliki sistem modulasi frekuensi secara digital. Untuk mem-back up operasional sehari-hari saja dengan tingkat persaingan antar sesama radio dan televisi swasta nasional saja sudah sangat berat, apalagi untuk harus mengalokasikan sekian persen pemasukan iklan untuk digunakan bagi digitalisasi. Selain itu, dalam masa transisi, stasiun televisi harus siaran multicast atau operasional di dua saluran secara paralel: analog dan digital, karena tetap memberi kesempatan pada masyarakat yang belum dapat membeli televisi digital.
-
Sistem pemrosesan sinyalnya. Pada sistem digital, karena diperlukan tambahan proses misalnya Fast Fourier Transform (FFT), Viterbi decoding dan equalization di penerima, maka TV Digital ini akan sedikit terlambat beberapa detik dibandingkan TV Analog. Ketika TV analog sudah menampilkan gambar baru, maka TV Digital masih beberapa detik menampilkan gambar sebelumnya.
-
Bagaimana soal akses pada jaringan media serta kondisi sistem akses itu sendiri. Persoalan seperti pengaturan decoder TV digital maupun content media menjadi layak kaji dalam hal ini. Dan akses pada spektrum frekuensi
-
Bagaimanapun pada era penyiaran digital telah terjadi konvergensi antarteknologi penyiaran (broadcasting), teknologi komunikasi (telepon), dan teknologi internet (IT). Dalam era penyiaran digital, ketiga teknologi tersebut sudah menyatu dalam satu media transmisi. Dengan demikian akses masyarakat untuk memperoleh ataupun menyampaikan informasi menjadi semakin mudah dan terbuka
-
Terjadinya migrasi dari era penyiaran analog menuju era penyiaran digital, yang memiliki konsekuensi tersedianya saluran siaran yang lebih banyak, akan membuka peluang lebih luas bagi para pelaku penyiaran dalam menjalankan fungsinya dan dapat memberikan peluang lebih banyak bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam industri penyiaran ini.
-
Momentum penyiaran digital dapat membuka peluang yang lebih banyak bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan ekonominya. Peluang usaha di bidang rumah produksi, pembuatan aplikasi-aplikasi audio, video dan multimedia, industri senetron, film, hiburan, komedi dan sejenisnya menjadi potensi baru untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.
Televisi di Indonesia telah menjadi alat
penting baik untuk hiburan maupun untuk mendapatkan informasi. Baik
televisi digital maupun analog dalam penyiarannya memiliki kesamaan
yaitu memiliki dampak psikologis terhadap penontonnya. Dengan frekuensi
menonton yang tinggi dan kualitas tontonan yang rendah akan berdampak
buruk baik pada orang dewasa maupun pada pada anak – anak.
Sistem penyiaran TV Digital penggunaan apliksi
teknologi digital pada sistem penyiaran TV yang dikembangkan di
pertengahan tahun 90an dan diujicobakan pada tahun 2000. Pada awal
pengoperasian sistem digital ini umumnya dilakukan siaran TV secara
bersama dengan siaran analog sebagai masa transisi. Sekaligus ujicoba
sistem tersebut sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV Digital
yang paling ekonomis sesuai dengan kebutuhan dari negara yang
mengoperasikan.
Dampak
Penyiaran TV Digital
Dampak Positif
Banyak manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan beralih ke penyiaran TV digital antara lain:
• Kualitas gambar yang lebih halus dan tajam,
• Pengurangan terhadap efek noise,
• Kemudahan untuk recovery pada penerima dengan error correction code, serta
• mengurangi efek dopler jika menerima siaran tv dalam kondisi bergerak (misalnya di mobil, bus, maupun kereta api).
• Selain itu sinyal digital dapat menampung program siaran dalam satu paket, dikarenakan pemakaian bandwidth pada tv digital tidak sebesar tv analog.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan beralih ke penyiaran TV digital antara lain:
• Kualitas gambar yang lebih halus dan tajam,
• Pengurangan terhadap efek noise,
• Kemudahan untuk recovery pada penerima dengan error correction code, serta
• mengurangi efek dopler jika menerima siaran tv dalam kondisi bergerak (misalnya di mobil, bus, maupun kereta api).
• Selain itu sinyal digital dapat menampung program siaran dalam satu paket, dikarenakan pemakaian bandwidth pada tv digital tidak sebesar tv analog.
Dampak Negatif
Disamping banyak hal yang bermanfaat, tentunya kendala yang akan dihadapi dalam migrasi ke siaran TV digital pun juga semakin banyak seperti:
• Regulasi bidang penyiaran yang harus diperbaiki,
• Standardisasi yang harus segera ditentukan baik untuk perangkat dan teknologi yang akan digunakan,
• Industri pendukung yang harus segera disiapkan baik perangkat maupun kontennya.
• Jika kanal TV digital ini diberikan secara sembarangan kepada pendatang baru, selain penyelenggara TV siaran digital terrestrial harus membangun sendiri infrastruktur dari nol, maka kesempatan bagi penyelenggara TV analog eksisting seperti TVRI, 5 TV swasta eksisting dan 5 penyelenggara TV baru untuk berubah menjadi TV digital di kemudian hari akan tertutup karena kanal frekuensinya sudah habis.
Disamping banyak hal yang bermanfaat, tentunya kendala yang akan dihadapi dalam migrasi ke siaran TV digital pun juga semakin banyak seperti:
• Regulasi bidang penyiaran yang harus diperbaiki,
• Standardisasi yang harus segera ditentukan baik untuk perangkat dan teknologi yang akan digunakan,
• Industri pendukung yang harus segera disiapkan baik perangkat maupun kontennya.
• Jika kanal TV digital ini diberikan secara sembarangan kepada pendatang baru, selain penyelenggara TV siaran digital terrestrial harus membangun sendiri infrastruktur dari nol, maka kesempatan bagi penyelenggara TV analog eksisting seperti TVRI, 5 TV swasta eksisting dan 5 penyelenggara TV baru untuk berubah menjadi TV digital di kemudian hari akan tertutup karena kanal frekuensinya sudah habis.
4. Bagaimana Pendapat tentang Prospek masa depan
penyiaran televisi dikaitkan dengan adanya digitalisasi system siaran
televisi
Dengan adanya kemajuan dalam teknologi di
Indonesia, sudah seharusnya kita merasa bangga. Karena tidak ada lagi
kata ketertinggalan dalam segi teknologi. Namun transisi dari
perpindahan TV Analog ke TV Digital tidak mudah, banyaknya tanggapan
dari masyarakat atau pengguna yang berbeda-beda.
Transisi dari pesawat televisi analog menjadi
pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar
televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran
digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap
menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap
dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter (Set Top Box). Ketika menggunakan pesawat televisi
analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter
menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog
tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog
tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih
ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan
selama ini.
Proses transisi yang berjalan secara
perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh
operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa
informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus
dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya
menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi
digital.
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya
membangun infrastruktur
televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan
dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat
memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini
seperti studio,
bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator
televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV
digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada
akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang
berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital
dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan,
serta penyedia isi.
Kelebihan TV Digital
Televisi digital sudah bukan barang baru untuk
saat ini. Walaupun begitu televisi digital bukan berarti pesawat TV-nya
yang Digital, melainkan lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah
signal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital (Digital Broadcasting). Kelebihan signal digital dibanding analog adalah
ketahanannya terhadap noise dan kemudahannya
untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode
koreksi error (error correction code).
Keuntungan transmisi digital lainnya adalah less
bandwidth (atau high efficiency
bandwidth) karena interference
digital channel lebih rendah, sehingga beberapa channel
bisa dikemas atau “dipadatkan” dan dihemat. Hal ini menjadi sangat
mungkin karena broadcasting TV
Digital menggunakan sistem OFDM (Orthogonal
Frequency Division Multiplexing) yang tangguh dalam
mengatasi efek lintas jamak (multipath fading).
Kemudian keuntungan lainnya adalah bahwa sinyal digital bisa
dioperasikan dengan daya yang rendah (less power).
Itulah beberapa hal yang sangat mengutungkan dalam TV digital.
Keuntungan tersebut menghasilkan kualitas gambar dan warna yang sangat
jauh lebih bagus daripada TV analog.
(httpwww.beritaiptek.comzberita-beritaiptek-2006-01-11-Menyongsong-Era-TV-Digital.shtml.htm).
Kualitas penyiaran TV Digital
TV Digital memiliki hasil siaran dengan kualitas gambar dan
warna yang jauh lebih baik dari yang dihasilkan televisi analog. Sistem
televisi digital menghasilkan pengiriman gambar yang jernih dan stabil
meski alat penerima siaran berada dalam kondisi bergerak dengan
kecepatan tinggi. TV Digital memiliki kualitas siaran berakurasi dan resolusi tinggi. Teknologi digital memerlukan kanal siaran dengan laju sangat tinggi mencapai Mbps untuk
pengiriman informasi berkualitas tinggi.
Frekuensi TV Digital
Secara teknis, pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog
dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Perbandingan lebar
pita
frekuensi yang digunakan teknologi analog dengan teknologi digital
adalah 1 : 6. Jadi, bila teknologi analog memerlukan lebar pita 8 MHz
untuk satu kanal transmisi, teknologi digital dengan lebar pita yang
sama (menggunakan teknik multipleks) dapat memancarkan sebanyak 6 hingga
8 kanal transmisi sekaligus untuk program yang berbeda.
TV digital
ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi sesuai dengan
lingkungannya. Sinyal digital dapat ditangkap oleh sejumlah pemancar
yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan TV
digital dapat diperluas. TV digital memiliki peralatan suara dan gambar
berformat digital seperti yang digunakan kamera video.
Keunggulan frekuensi TV Digital
Siaran menggunakan sistem digital
memiliki ketahanan terhadap gangguan dan mudah untuk diperbaiki kode
digitalnya melalui kode koreksi error. Akibatnya adalah kualitas
gambar dan suara yang jauh lebih akurat dan beresolusi tinggi
dibandingkan siaran televisi analog. Selain itu siaran televisi digital
dapat menggunakan daya yang rendah.
Transmisi pada TV Digital menggunakan lebar
pita yang
lebih efisien sehingga saluran dapat dipadatkan. Sistem penyiaran TV
Digital menggunakan OFDM yang bersifat kuat dalam lalu lintas
yang padat. Transisi dari teknologi analog menuju teknologi digital
memiliki konsekuensi berupa tersedianya saluran siaran televisi yang
lebih banyak. Siaran berteknologi digital yang tidak memungkinkan adanya
keterbatasan frekuensi menghasilkan saluran-saluran televisi baru.
Penyelenggara televisi digital berperan sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital sementara program
siaran disediakan oleh operator lain. Bentuk penyelenggaraan sistem
penyiaran televisi digital mengalami perubahan dari segi pemanfaatan kanal ataupun teknologi jasa pelayanannya.
Terjadi efisiensi penggunaan kanal frekuensi berupa pemakaian satu kanal
frekuensi untuk 4 hingga 6 program.
Siaran
televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan
televisi analog dan sistem penerimaan televisi bergerak. TV Digital
memiliki fungsi interaktif dimana pengguna dapat menggunakannya seperti
internet. Sistem siaran televisi digital DVB mempunyai kemampuan untuk
memanfaatkan jalur kembali antara IRD dan operator melalui modul Sistem
Manajemen Subscriber. Jalur tersebut memerlukan modem,jaringan telepon atau jalur kembali televisi kabel, maupun satelit untuk mengirimkan sinyal balik kepada
pengguna seperti pada aplikasi penghitungan suara melalui televisi. Ada
beberapa spesifikasi yang telah dikembangkan, antara lain melalui
jaringan telepon tetap (PSTN) dan jaringan berlayanan digital terintegrasi (ISDN). Selain itu juga dikembangkan solusi komprehensif untuk interaksi melalui jaringan CATV, HFC, sistem terestrial, SMATV, LDMS, VSAT, DECT, dan GSM.
Manfaat penyiaran TV Digital
-
TV Digital digunakan untuk siaran interaktif. Masyarakat dapat membandingkan keunggulan kualitas siaran digital dengan siaran analog serta dapat berinteraksi dengan TV Digital.
-
Teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif dimana TV Digital memiliki layanan komunikasi dua arah layaknya internet.
-
Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi tidak bergerak maupun sistem penerimaan televisi bergerak. Kebutuhan daya pancar televisi digital yang lebih kecil menyebabkan siaran dapat diterima dengan baik meski alat penerima siaran bergerak dalam kecepatan tinggi seperti di dalam mobil dan kereta.
-
TV Digital memungkinkan penyiaran saluran dan layanan yang lebih banyak daripada televisi analog. Penyelenggara siaran dapat menyiarkan program mereka secara digital dan memberi kesempatan terhadap peluang bisnis pertelevisian dengan konten yang lebih kreatif, menarik, dan bervariasi.
Langganan:
Postingan (Atom)
